Selasa, 12 Desember 2017

MELINDUNGI MASYARAKAT SEKITAR SUATU INDUSTRI & MASYARAKAT UMUM



 
Masyarakat sekitar industri/perusahaan dan masyarakat umum dilindungi dari pengaruh buruk yang mungkin ditimbulkan oleh beroperasinya suatu perusahaan. Semua faktor penyebab gangguan kesehatan dan penyakit serta gangguan umum lainnya yang mungkin mengenai pekerja dapat pula menyebabkan hal serupa bagi masyarakat sekitar suatu perusahaan dan masyarakat umum. Kebisingan oleh karena naik dan mendaratna kapal terbang di bandar udara atau berdesingnya mesiin pabrik bagaimana pun sampai ke pemukiman penduduk sekitar lapangan terbang atau pabrik yang bersangkutan. Demikian juga hawa panas yang keluar dari pabrik atau asap yang mengandung aneka zat kimia melalui cerobong asap. Higiene industri dengan kompetensinya dalam hal identifikasi, pengukuran, evaluasi, dan pengendalian faktor yang bersifat fisis, kimiawi, dan biologis dapat sangat berperan dalam upaya menyelenggarakan perlindungan kepada penduduk yang berada di luar perusahaan.
Efek oleh bahan kimia berbahaya selalu mungkin diderita oleh penduduk yang tinggal di sekitar perusahaan yang menggunakan bahan demikian, tapi terpenting adalah kemungkinan terjadinya pencemaran udara, air, makanan dan tempat sekitar oleh sampah, air bekas dan udara tercemar dari perusahaan. Pabrik yang menggunakan atau menghasilkan flour atau aneka persenyawaannya, sengaja atau tidak, apabila pembuangan air bekas pakai atau sampah dari perusahaan tidak terselenggara dengan baik akan menimbulkan kerugian yang besar kepada masyarakat, seperti pernah dialami dimanapun. Air dari perusahaan pembatikan harus dibuang secara khusus dan tidak boleh mencemari sumur penduduk. Selain bahaya yang nyata – nyata mengganggu atau merusak kenyamanan harus pula diperhatikan, misalnya bau yang tidak enak, sampah yang merusak estetika, dari itu dalam Undang – Undang gangguan perusahaan harus memenuhi syarat untuk tidak menyebabkan gangguan kepada masyakarat.
Seperti telah diuraikan, masyakarat harus pula terhindar dari bahaya oleh udara yang dibuang keluar dari suatu perusahaan dan mengandung bahan yang mungkin sangat berbahaya. Dalam hal ini, terutama penting udara yang keluar dari ventilasi keluar setempat yang harus dioah terlebih dahulu sehinggga menjadi udara bersih dan bebas dari bahan yang berbahaya, atau bila bahannya tidak bisa dihilangkan sama sekalu kadarnya tentunya harus memenuhi ketentuan baku mutu lingkungan hidup. Untuk maksud tersebut, udara dari suatu industri dibebaskan keluar harus terlebih dahulu melalui proses pengolahan. Cara – cara pengolahan adalah sebagai berikut :
1.    Pembakaran, yang membakar bahan yang terdapat dalam udara, bila perlu digunakan katalisator, agar terjadi pembakaran sempurna, dengan mengalirkan udara dari perusahaan melalui alat pembakaran khusus.
2.    Cara mencuci  (scrubbing method) , dengan mengalirkan udara kotor melalui air atau larutan yang mudah bereaksidan mengikat gas atau uap yang dikandung udara kotor dari pabrik.
Untuk udara yang mengandung partikel, seperti debu atau aerosol, harus dipilih cara yaitu :
1.    Penggunaan kamar pengendapan (settling chamber)
2.    Pemakaian perangkap kelambanan (inertial trap), ialah alat yang ketika udara tercemar melaluinya berubah arah, sehingga partikel tidak terus menerus ikut dengan aliran udara, melainkan mengendap.
3.    Siklon (cyclone), yakni ruang yang dijalani udara tercemar secara melingkar, sehingga partikel melekat di dindingnya.
4.    Presipitator dinamis, seperti baling – baling yang menyebabkan partikel – partikel, biasanya saringan demikian berupa kantong – kantong besar berisikan cabikan – cabikan wol, nilon, asbes, kapuk, sutera, dan lainnya.
5.    Presipitasi listrik, yaitu pengendapan debu oleh karena adanya perbedaan tegangan antara dua kutub listrik.
Pemilihan cara – cara ini pada umumnya didasarkan atas faktor:
1.    Bahaya tidaknya bahan yang terdapat dalam udara
2.    Besarnya biaya
3.    Derajat efektivitasnya cara yang dipakai

Ditinjau dari sudut efektifnya cara – cara tersebut diatas, kamar pengendap praktisnya hanya baik untuk partikel berukuran 100 – 200 mikron, perangkap kelambanan untuk 50 – 200 mikron, siklon untuk 20 – 60 mikron, presepitator dinamis untuk 15 – 30 mikron, filter tergantung dari jenis filternya, bila kertas bisa sampai 0,5 – 20 mikron dan presipitator elektris khusus  untuk fume (ukuran kurang dari 0,5).

Juga masyakarat harus dilindungi dari bahaya yang mungkin dikarenakan oleh produk industri, maka dari itu hasil suatu perusahaan harus dijamin tidak menimbulkan keracunan atau penyakit, untuk maksud itu sangat perlu adanya penelitian bahan, perlindungan masyarakat  dari bahaya yag mungkin ditimbulkan oleh produk industri adalah tugas dan wewenang otoritas yang menangani perindustrian, perdagangan, kesehatan, lingkungan hidup, dan perlindungan konsumen.

Kamis, 07 Desember 2017

KESELAMATAN KERJA TANGAN



Keselamatan tangan dimulai dengan mengetahui risiko cidera di tempat kerja dan bagaimana mencegahnya. Berikut ini adalah panduan untuk melindungi tangan saat bekerja .

Cidera tangan yang berhubungan dengan pekerjaan adalah salah satu alasan mengapa pekerja bekerja berakhir diruang gawat darurat . entah itu merusak saraf di jari atau tangan, kehilangan jari, membakar kulit atau reaksi alergi, hal tersebut dapat memberi dampak negatif terhadap kualitas pekerjaan maupun produktivitas kerja. Yang terburuk adalah dapat mengakhiri karir kerja dan kualitas hidup pekerja.

Macam – macam luka dan cidera yang diderita :
1.       Merasa sakit di tangan atau pergelangan tangan adalah gejala  umum yang banyak terjadi saat bekerja.
2.       Tertusuk, luka, leserasi adalah bagian accident yang disebabkan oleh kontak dengan tepi tajam, berduri, bergerigi pada peralatan kerja ataupun bahan.
3.       Cidera, keseleo, gangguan muskuloskeletal disebabkan oleh penggunaan alat yang salah
4.       Luka bakar disebabkan oleh kontak langsung dengan permukaan yang panas dan bahan kimia.
5.       Dermatitis dan kelainan kulit lainnya disebabkan oleh kontak langsung dengan bahan kimia dalam produk dan bahan.

Cara mencegah cidera tangan :
Agar tangan aman dari cidera, penting untuk menetapkan dan menerapkan praktek kerja aman di tempat kerja. Pastikan menggunakan peralatan di tempat kerja dengan aman saru tangan dan prosedur keselamatan tidak akan efektif jika tidak digunakan secara benar. Waspadalah terhadap pekerjaan yang menggunakan peralatan dan bahan yang berpotensi menimbulkan risiko cidera atau kontak dengan bahan kimia. 

Tips keselamatan :
1.       Tetap waspada dan fokus menjaga tangan anda tetap aman saat bekerja, bukan hanya pada awal kerja atau tugas.
2.       Gunakan alat yang tepat sesuai jenis pekerjaan
3.       Identifikasi fitur keselamatan pada alat dan peralatan sebelum menggunakannya.
4.       Jalankan pemeriksaan keamanan visual. Periksa peralatan untuk memastikan peralatan dalam keadaan baik sebelum memulai tugas.
5.       Hindari /jauhkan tangan dan jari dari ujung – ujung alat yang tajam.
6.       Pilih perkakas tangan yang ergonomis untuk tangan, termasuk  ukuran yang tepat, berat , fitur, gagang.
7.       Gunakan sarung tangan : pilih dan kenakan sarung tangan yang benar yang pas. Pastikan sarung tangan yang tepat untuk pekerjaan. Tidak semua sarung tangan melindungi dari semua bahaya.

Jenis – jenis sarung tangan melindungi tangan secara optimal bagi pekerja adalah sebagai berikut :
1.       Sarung tangan untuk perlindungan kimia
2.       Sarung tangan untuk perlindungan luka
3.       Sarung tangan untuk penanganan umum
4.       Sarung tangan perlindungan termal.

ANATOMI GANGGUAN PENDENGARAN



Anatomi gangguan pendengaran
Kita semua tahu bahwa melindungi telinga terhadap suara yang ekstrim dapat mencegah gangguan pendengaran. Paparan tingkat kebisingan tinggi adalah penyebab nomor satu dari gangguan pendengaran. National Institute of Health menemukan bahwa sekitar 15% dari semura orang Amerika berusia 20 – 69 tahun memiliki frekuensi pendengaran tinggi. Masalahnya serius, tapi juga bisa dicegah.ada tiga tipe utama gangguan pendengaran :
1.       Gangguan pendengaran sensorineural
2.       Gangguan pendengaran konduktif
3.       Gangguan pendengaran pusat

Anatomi telinga 
Telinga manusia terdiri dari tiga area utama. Telinga luar, telinga tengah dan telinga bagian dalam . telinga luar terdiri dari auricle kanal pendengaran eksternal dan permukaan lateral membran timpani. Telinga tengah berisi permukaan medial membran timpani, rantai ossicular, tabung eustachius, dan segmen timpani saraf. Telinga bagian dalam terdiri dari saraf pendengaran vestibular, koklea dan sistem vestibular.

Bagaimana kebisingan mempengaruhi telinga ?
bila telinga terpapar kebisingan yang terlalu keras, gelombang suara dapat mulai membunuh sel di dalam telinga bagian dalam. Pada jangka waktu lama, kebisingan dapat membunuh sel – sel rambut dengan jumlah banyak. Semakin banyak sel rambut yang terbunuh, semakin rusak sistem pendengaran telinga hingga kerusakan permanen.

Bagaimana jika ada kebisingan ?
Menurut standar OSHA, paparan kebisingan secara terus meneruts dengan tingkat kebisingan di atas 85 dB dapat menyebabkan gangguan pendengaran progresif terhadap banyak pekerja. Tingkat kebisingan yang lebih tinggi akan meningkatkan kerusakan secara signifikan. Tanpa perlindungan pendengaran, waktu pemaparan yang yang dapat diterima turun setengahnya untuk setiap kenaikan 5 dB pada tingkat kebisingan saat ini : Misalnya pada 90 dB, 4 jam perhari pada 95 dB dan per hari pada 100 dB. Telinga yang tidak terlindungi oleh alat pelindung pendengaran tidak boleh terpapar 115 dB selama lebih dari 15 menit per hari.

Apa yang harus dilakukan ?
Jika kebisingan yang berlebih tidak dapat dihindari, pastikan untuk memakai perlindungan pendengaran terutama jika anda berada disekitar mesin, menggunakan perkakas listrik. Proteksi pendengaran menurunkan intensitas ombak yang mencapai telinga bagian dalam.

Penyumbatan telinga dapat dimasukan ke telinga luar dan akan menguranfi intensitas suara keras. Untuk bekerja dengan aman, penyumbat telinga harus benar – benar terpasangan dengan baik. Sebaiknya gunakan pelindung telinga dengan silikon bukan dengan penyumbat telinga dari busa atau kapas. 



TURN OFF YOUR MOBILE PHONE


Selasa, 05 Desember 2017

FOOD SAFETY





Tahu kah anda, satu dari enam orang bisa sakit karena keracunan makanan setiap tahunnya? Keracunan makanan tidak hanya menyebabkan lebih dari 100.000 orang harus dilarikan kerumah sakit setiap tahunnya.

Penyebab keracunan makanan
1.    Memakan makanan yang tidak matang sempurna.
2.    Temperatur pendingin freezer atau kulkas yang tidak tepat
3.    Pemanasan makanan yang tidak sempurna
4.    Pencairan makanan yang tidak adekiuat sebelum memasak
5.    Penggunaan sumber makanan yang tidak steril
6.    Kontaminasi silang
7.    Orang yang terinfeksi

Cara penanganan produk makanan yang tepat adalah sebagai berikut :
1.    Cuci tangan dengan air hangat dan sabun, paling sedikit 20 detik sebelum dan sesudah penanganan makanan, terutama setelah menangani daging mentah, unggas, ikan dan telur. 
2.    Cuci talenan, piring, peralatan makan, counter tops dengan sabun panas. 
3.    Pertimbangkan untuk menggunakan paper towels untuk membersihkan permukaan dapur.
4.    Bilas buah dan sayuran segar dibawah air mengalir.
5.    Pisahkan daging mentah, unggas, makanan laut dan telur dari makanan lain di keranjang belanja bahan makanan, tas belanja dan di kulkas.
6.    Gunakan termometer daging untuk memastikan bahwa makanan yang dimasak pada suhu yang tepat.
7.    Pastikan tidak ada titik dingin dalam makanan saat memasak di oven/microwave. Untuk hasil terbaik, tutup makanan, aduk dan putar untuk mematangkan  makanan.
8.    Jangan biarkan daging mentah, unggas, telur, makanan matang, buah potong segar, dan sayuran pada  suhu kamar diatas 90OF.


Hati – hati dalam persiapan dan penyimpanan kalkun dan makanan lainnya karena bakteri tidak dapat dilihat, dicium dan dicicipi. Cara terbaik untuk mencegah keracunan adalah dengan mengikuti  praktek teknis yang tepat.

Personal Higiene
1.    Apron/celemek harus tetap bersih
2.    Kuku dalam keadaan pendek dan bersih
3.    Hindari menyentuh hidung, mulut, rambut dan kulit saat mempersiapkan bahan untuk dimasak.
4.    Jangan menggunakan saputangan/lap. Gunakan tisu sekali pakai
5.    Hindari memakai perhiasan berlebih sambil menangani makanan
6.    Luka harus tertutup
7.    Jangan batuk atau langsung bersin ke makanan
8.    Cuci tangan (sebelum penanganan makanan, setelah penanganan makanan mentah).

Pengendalian hama
1.    Hama dapat mencemari makanan
2.    Tutup semua celah yang hama dapat masuk
3.    Simpan dan buang sampah dengan benar
4.    Jaga agar pintu tertutup
5.    Gunakan cara kimia, fisik dan biologis
6.    Gunakan pembasmi serangga
7.    Lakukan program pengendalian hama

Paparan Asap Rokok di Tempat Kerja

  Paparan asap rokok selalu dikaitkan dengan penyakit kronis seperti kanker paru – paru, penyakit jantung koroner, dan stroke dan e...