Kamis, 23 November 2017

Tips keselamatan perangkat listrik




Peralatan listrik yang terdapat di kantor dapat berbahaya dan mengakibatkan luka serius jika tidak di pelihara dengan baik. Berikut inti tips untuk mencegah paparan listrik di tempat kerja :
1.         Jika mencium bau menyengat seperti terbakar dari perangkat listrik segera matikan  perangkat  listrik kemudian cabut kabelnya.
2.         Jangan menggunakan kabel yang retak, sobek,  berjumbai atau patah.
3.         Gunakan kabel cover dengan bahan dasar plastik atau karet, hindari menggunakan staples, paku untuk merapikan kabel yang menjalar.
4.         Jangan memaksakan steker ke stopkontak.
5.         Colokan yang longgar juga dapat menyebabkan peralatan menjadi panas dan terbakar.
6.         Cabut kabel melintang untuk menghindari tersandung
7.         Gunakan cover steker dan pastikan telah terpasang erat
8.         Jangan menutup kabel dengan keset/karpet
9.         Hindari kontak langsung antara benda logam dengan peralatan listrik.
10.     Jauhkan kabel listrik dari sumber panas seperti kompor.
11.     Hindari peralatan listrik dekat dengan air
12.     Jangan mematahkan kabel saat menggulung kabel
13.     Jangan membalut kabel dengan selotip, gunakan selotip khusus untuk peralatan listrik. Jika terlalu banyak sobek pada kabel ganti dengan kabel yang baru.
14.     Apabila terdapat arus bocor dari perangkat listrik yang menyebabkan sentruman ringan pada tangan, segera matikan perangkat listrik dan hubungi teknisi listrik .
15.     Segera cabut peralatan listrik jika terdapat petir

MENGATASI STRES KERJA



Apakah anda sering merasa terbebani, cemas atau stres di tempat kerja ? berdasarkan riset yang dilakukan  HARVARD University  of Public Health, menemukan bahwa satu dari lima pekerja melaporkan bahwa mereka mengalami tekanan berat selama 12 bulan.  Penyebab umum stres terkait pekerjaan adalah beban kerja yang berlebihan, tidak ada peluang kemajuan karir, gaji dan pekerjaan yang lebih rendah yang menyebabkan ketidak tertarikan dalam bekerja. Selain itu, tidak memiliki komitmen dalam suatu keputusan dalam perusahaan, dan harapan kinerja yang tidak jelas dapat menyebabkan stres. Stres yang berhubungan dengan kerjaan biasanya terlihat jelas pada akhir jam kerja. Jika stres yang anda alami di tempat kerja berlangsung lama, hal tersebut dapat mengurangi kesehatan dan kesejahteraan emosional.

Dalam jangka pendek, lingkungan kerja yang penuh tekanan dapat menyebabkan masalah seperti sakit kepala , sakit perut, gangguan tidur, tempramen pendek dan sulit berkonsentrasi. Stres kronis bisa berakibat pada kecemasan, insomnia, tekanan darah tinggi dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Langkah – langkah berikut membantu mengelola stres terkait pekerjaan ;
1.       Membuat catatan stres yang terdiri dari mengidentifikasi apa yang membuat anda stres, apa yang anda rasakan serta bagaimana kejadian tersebut dan siapa yang terlibat.
2.       Buat respons positif terhadap stres yang anda rasakan. Saat anda stres, apakah anda akan beralih ke makanan atau alkohol untuk kenyamanan anda ? sebaiknya, sebagai gantinya cari respon yang lebih positif seperti berolahraga. Olahraga merupakan pereda stres yang hebat.
3.       Menetapkan batas batas dalam pekerjaan.  Terkadang seseorang akan merasa tertekan jika termenerus dihubungi selama 24 jam dalam seminggu. Buat batas kerja seperti tidak menajwab telepon saat malam hari ataupun tidak mengecek email pada malam hari.
4.       Jangan biarkan hari libur terpakai untuk bekerja. Bila memungkinkan, luangkan waktu untuk beristirahat melepas lelah sehingga saat akan bekerja esok hari anda merasa segar kembali dan siap memberikan performa yang baik untuk pekerjaan anda.
5.       Berlatih untuk lebih relaks. Anda dapat mempelajari teknik olah pernafasan atau meditasi.
6.       Lakukan konseling bersama Supervisor atau Manager. Jelaskan bahwa anda merasa tertekan. Tujuannya bukan untuk mengeluhkan pekerjaan anda, melainkan menemukan sebuah rencana efektif untuk mengelola stres yang telah teridentifikasi oleh diri anda sendiri sehingga anda dapat melakukan yang terbaik untuk pekerjaan itu.


Senin, 20 November 2017

STOP WORKING AUTHORITY



Setiap pekerjaan baru yang dikerjakan pasti akan memiliki kendala tersendiri daripada pekerjaan yang sudah biasa dilakukan, atau bahkan menimbulkan rasa tidak nyaman saat mengerjakannya. Ketidak nyamanan tersebut dapat berpotensi tidak aman bagi perkerja. Karyawan berpengalaman mungkin merasa sangat nyaman melakukan pekerjaan yang sudah biasa dilakukannya sehingga terkadang mengambil risiko tertentu atau bahkan membahayakan. Terlepas dari tingkat pengalaman pekerja, wewenang Stop Working Authority sangat diperlukan. SWA adalah kebijakan yang memberdayakan semua pekerja untuk menghentikan operasi jika ada kondisi yang berbahaya. “jika kita menggunakan SWA sebagai bagian dari budaya, dan diterapkan setiap kali ada masalah, maka korban jiwa dan luka dapat diminimalisir.

Menurut Undang – Undang, perusahaan harus  menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat bagi pekerja agar bebas dari bahaya. Pekerja memiliki hak untuk menolak melakukan pekerjaan berbahaya, dan jika mereka melakukan agar dapat dilindungi oleh perusahaan. Kebijakan SWA di tempat kerja dapat mengantisipasi bahaya. Setiap pekerja harus bersikap proaktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan memperkuat hak karyawan untuk menghentikan pekerjaan yang tidak aman.

Implementasi Stop Working Authority (SWA)
Jika setiap pekerjaan melihat ada sesuatu yang dilakukan dengan tidak hati – hati, terkadang pekerja lain hanya diam dan tidak mengatakan apapun atas kesalahan tersebut. Untuk mendorong karyawan berhenti bekerja jika dalam situasi berbahaya, kebijakan SWA perlu diterapkan selama orientasi pekerja baru. Manajemen puncak perlu memberikan sosialisasi kebijakan dan melatih pekerja untuk mengetahui bahaya. Perusahaan juga harus melatih pekerja tentang bagaimana melakukan intervensi dan menghentikan pekerjaan rekan kerja jika dilakukan dengan tidak hati – hati.

Jika karyawan berhenti bekerja karena kondisi tidak aman, perusahaan tidak dapat begitu saja menggantikannya dengan pekerja lain yang bersedia melakukan pekerjaan itu,  perusahaan perlu mengvealuasi situasi terlebih dahulu untuk menemukan akar penyebab bahaya potensial. Ketika kita berhenti bekerja, kita tidak langsung menghentikan perusahaan dan pulang. Dalam situasi berhenti bekerja, pekerja yang diberikan  SWA harus diberitahu tentang proses SWA, pelatihan.

Pada sistem manajemen HSE,  insiden masih dapat terjadi karena pekerja akan berinteraksi dengan sistem. Perilaku tidak aman adalah masalah sistematis yang harus ditangani. Apapun hasil dari investigasi SWA, pekerja yang menghentikan harus didukung. Jika pekerja yang memberikan SWA diejek, atau didiskriminasi oleh atasan, rekan kerja pekerja lain tidak akan berbicara saat melihat bahaya pada masa yang akan datang.

Kunci dari SWA adalah menjadikan SWA menjadi bagian dari perbaikan terus menerus (Continue Improvement) . organisasi terbaik mengakui bahwa peruabahan perlu dilakukan bila segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik. SWA bukanlah obat penyembuh, SWA hanya dilakukan jika benar – benar perlu. Jika terlalu serign digunakan dan pada saat yang tidak tepat akan menjadi masalah yang lebih besar di dalam budaya di tempat kerja, SWA bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. “kita seharusnya tidak mengandalkan pekerja untuk menolak pekerjaan yang tidak aman, namun harusnya perusahaan tidak memberikan pekerjaan yang tidak aman kepada pekerja.”

Jumat, 17 November 2017

BLOOD BORNE PHATOGENS



BLOOD BORNE  PHATOGENS  

Kapanpun seseorang terluka dalam suatu kecelakaan, naluri alami seseorang akan coba membentu. Sebelum bergegas untuk menolong  seseorang, penting untuk berhati – hati dan melindungi diri dari penyakit yang bisa ditularkan melalui cairan darah dan cairan tubuh. Dalam keadaan darurat ini mungkin ada dua penyakit mematikan yang anda harus waspadai untuk melindung diri anda sendiri yaitu  Human Immunodeficiency Virus ( HIV) dan Virus hepatitis B (HBV) .

a.       Human Immunodeficiency Virus ( HIV)
Kedua penyakit diatas disebut blood borne pathogens. Siapapun bisa terjangkit salah satu penyakit ini. Penyebaran penyakit tersebut ditularkan melalui virus yang bisa menyebarkan keorang lain tanpa anda sadari.

Virus HIV menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Kebanyakan orang yang terinfeksi HIV pada akhirnya akan terkena AIDS, dan tubuh mereka tidak akan dapat lagi melawan infeksi penyakit lain seperti kanker. HIV terutama ditularkan melalui kontak seksual, namun juga dapat ditularkan melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh tertentu. Saat ini belum ditemukan obat untuk penyakit AIDS.

b.       Virus hepatitis B (HBV)
HBV dapat menyebabkan kerusakan parah pada hati. Hal ini mengakibatkan kerusakan permanen pada hati dan meningkatkan risiko kematian. HBV dapat ditularkan keorang lain melalui darah, air liur, dan cairan tubuh lainnya. Gejala HBV meliputi gejala seperti flu sehingga perlu perawatan di rumah sakit. Untungnya terdapat vaksinasi untuk mencegah infeksi HBV ini.

Pathogens yang ditularkan melalui darah, termasuk HIV dan HBV dapat menjangkit organ seperti jaringan tubuh atau orang tubuh , darah, sekresi vagina, air mani dan cairan tubuh tertentu lainnya. Cara penularan infeksi virus seperti :
-          Luka gores pada tubuh dengan benda tajam yang terkontaminasi darah atau cairan yang terinfeksi.
-          Darah atau cairan yang terinfeksi di kulit saat mengalami luka terbuka.
-          Darah atau cairan yang terkontaminasi di selaput lendir mata, hidung atau mulut
-          Berbagi jarum yang terinfeksi virus
-          Melakukan kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi virus.

Kulit berfungsi sebagai perisai untuk mencegah virus, tetapi jika terdapat kulit yang mengalami pecah – pecah, kutikula yang rusak, jerawat atau dermatitis virus akan lebih rentan menjangkit.

Pencegahan :
Anda tidak dapat mengetahui dengan pasti seseorang terjangkit virus atau tidak. Hanya pelru beberapa saat untuk melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menyelamatkan diri anda sendiri dari penderita. Pakai sarungan yang dalam  kondisi baik. Kenakan kaca mata pengaman untuk mencegah agar darah tidak menyemprot kemata. Jika cairan tubuh terkena pada kulit, segera cuci dengan sabun. Jika cairan masuk ke mata, hidung atau mulut, segera siram dengan larutan  pembersih mata atau air bersih. 

Prosedur pembersihan lokasi kecelakaan :
1.       Pakailah apon untuk melindungi pakaian
2.       Pakailah sepasang sarung tangan anti bocor
3.       Hindari merobek sarung tangan dan segera ganti jika sudah rusak.
4.     Jangan mengambil bendam tajam yang terkontaminasi seperti kaca, paku, logam dan benda tajam lainnya.
5.       Darah harus dibersihkan dengan handuk sekali pakai
6.       Darah dan bahan terkontaminasi lainnya harus dibuang sebagai limbah yang terdapat prosedur pembuangannya.
7.       Cuci berish peralatan pembersih dengan menggunakan desinfektan pemutih, hal ini akan membunuh virus HBV dan HIV

Paparan Asap Rokok di Tempat Kerja

  Paparan asap rokok selalu dikaitkan dengan penyakit kronis seperti kanker paru – paru, penyakit jantung koroner, dan stroke dan e...